14.3.10

ISO: The Cinema of Life Symphony

Konser ITB Student Orchestra: The Cinema of Life Symphony merupakan konser ke-2 (kalau tidak salah) yang mereka adakan. Sekaligus memperingati lustrum pertama mereka, konser ini nampaknya akan menjadi batu loncatan mereka untuk terus berkembang lebih baik lagi. Konduktor muda lulusan ITB, M. Ghifary, Concert Master jenius Fahriza Luddin, kolaborasi dengan unit-unit kesenian ternama di ITB (MBWG, PSM, dan INFINITY) dan bintang tamu yang berkilauan seperti Christopher Abimanyu dan Salamander Big Band membuat konser ini terasa begitu meyakinkan untuk ditonton.

Berbekal dengan tiket VIP A dan ekspektasi tinggi, saya duduk di sana, mengamati teman-teman saya sedang bersiap untuk menunjukkan kebolehannya. Suasana terasa tegang, namun juga membuat saya penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.

Penampilan dibuka dengan "Kembali Ke Sekolah" yang dinyanyikan oleh Lalita Fitrianti Pawarisi, salah seorang teman yang tampil sangat cantik di atas panggung. Namun sayang, penampilan ini kurang 'menggebrak' untuk sebuah pembukaan. Begitu juga dengan 3 lagu pertama yang sayangnya dimainkan dengan kurang rapih oleh teman-teman ISO, mungkin karena masih tegang :)

Namun penampilan mereka sangat membaik di lagu-lagu berikutnya. "All I Ask Of You" dan "A Whole New World" merupakan lagu yang sudah saya tunggu-tunggu sejak awal, karena keduanya merupakan lagu favorit saya. Dan sesuai ekspektasi saya, Puspalia Panggabean dan Bernardus Vicky Yusika melakukan duet yang sangat luar biasa menyentuh malam itu. Dengan kualitas suara yang menurut saya jauh lebih baik dibandingkan penyanyi pop terkenal jaman sekarang, mereka berdua diiringi oleh orkestra berhasil membuat saya terhanyut dalam kisah cinta rumit antara Phantom dan Christine.

Hanya ada satu lagu Indonesia yang dibawakan dalam konser ini, yakni "Sempurna" yang dinyanyikan ulang oleh Lya Alatas - kakak kelas saya yang akrab saya panggil Kak Cimol. Kebetulan saat konser ini ia sedang hamil, kalau tidak salah sudah 8 bulan. Entah suaranya yang memukau, atau kekaguman dan keharuan yang membuat saya berpikir, sungguh beruntung bayi yang sedang dikandungnya karena memiliki Ibu yang sangat luar biasa. Entah mengapa, saat itu saya berpikir lagu "Sempurna" tidak hanya ia nyanyikan untuk konser ini, tapi juga untuk si bayi lucu yang sedang dikandungnya.

Sesi pertama diakhiri dengan aransemen ulan OST Pirates of Carribean yang luar biasa dan membuat semangat - pilihan yang tepat, karena setelah mendengar lagu itu, penonton menjadi semakin penasaran: apa lagi yang akan dibawakan oleh teman-teman ISO di sesi berikutnya?

Setelah istirahat setengah jam, sesi kedua dibuka dengan penampilan dari MBWG dengan lagu "When You Believe". Saat itu, saya melihat wajah-wajah familiar (senior, maksudnya. hehe) dan saya berpikir, mungkin ini adalah penampilan terakhir untuk beberapa teman yang ada di sana. Sayang MBWG hanya membawakan 1 lagu karena rasanya agak 'tanggung'. 
Penampilan dilanjutkan dengan Gail dan Salamander Big Band yang membawakan lagu "Feeling Good" yang juga diiringi oleh penampilan tarian oleh INFINITY. Lagu "I Won't Dance" dan "Polka Dots and Moonbeams" pun dibawakan dengan sangat apik oleh Imelda Rosalin dan akordionnya. Begitu sempurna, sampai-sampai saya tidak tahu harus menulis apa lagi dalam review saya ini :P

Christopher Abimanyu pun mengejutkan saya, karena setelah beberapa adegan lawak srimulat dengan Konduktor M. Ghifary, saya mulai berpikir bahwa (maaf) suara beliau agak mirip Suneo. Lucu. Namun saat lagu "This Is The Moment" dibawakan, suaranya begitu menghentak dan menghapus paradigma sesaat saya tentang suara beliau. Dan "The Prayer" yang beliau nyanyikan dengan Nena Michela sukses membuat orang-orang yang tadinya tidak mengenal lagu tersebut mendendangkan lagu tersebut terus menerus.

"Go West" membuat penonton kembali bersemangat setelah dibuai dengan beberapa lagu bertempo lambat. Lagu yang sangat familiar di iklan sebuah rokok ini berhasil dibawakan dengan sangat apik oleh teman-teman ISO. Akhirnya, penampilan malam itu ditutup oleh "Go To The Distance" yang dinyanyikan oleh Nadia Deviaty Hermawan.

Hampir 3,5 jam saya habiskan di dalam auditorium Sabuga, apa yang saya rasakan? Sebagai penonton, saya terpuaskan. Dan sebagai teman dari orang-orang hebat yang menyelenggarakan acara dan tampil di sana, luar biasa bangga! Label "Anak Teknik" tidak akan bisa menghalangi semangat berkarya dalam seni yang teman-teman miliki. Pada titik ini, saya sangat kagum dengan teman-teman di sana, dan mungkin sedikit menyesal karena tidak jadi masuk ISO hahaha. Perjuangan yang luar biasa oleh teman-teman ISO, semoga selanjutnya ISO bisa diapresiasi lebih baik lagi!

PS: jadi nyesel nggak dateng GANFFEST kemarin-kemarin

0 stabs in the front: