suatu hari ia berkata, katanya aku lebih baik menjadi seorang jurnalis.
suatu hari yang lain aku melihat sebuah film, katanya untuk apa punya cita-cita?
setiap hari aku berpikir kembali, apa dambaanku sejak kecil dulu?
ingin jadi dokter itu hanya karena ayah dan ibuku berhasil di sana saja,
dan teman-teman orangtua dan saudara yang mengira baiknya aku ikuti mereka.
tapi ingin jadi arsitek adalah panggilan hati,
kegembiraan dalam setiap coretan dalam ribuan lembar kertas,
keharuan dalam kekaguman pengalaman ruang,
ingin menggila,
ingin berkarya,
tidak terjebak dalam rutinitas di balik meja kerja.
kalau aku sudah 4 tahun belajar di jurusan gila ini,
dan tanpa aku sadari aku menginginkannya sejak dulu,
buat apa jadi yang lain?
banyak hobi yang ingin aku tekuni,
tapi aku tidak akan menyerah untuk menjadi seorang arsitek.



5 stabs in the front:
ada yg bilang hobi jadi profesi adalah mimpi yang jadi kenyataan..so you're in the right track rey!
kejar terus!
amiin! iya gue bahkan baru sadar kalo gue segitu pengennya jadi arsitek.. haha walaupun rumput tetangga slalu lebih hijau gue tidak akan menyerah :D
how lucky you are, Rey :D
wooooooooooooo..
such an inspiring post, dikala gw lg stress2nya dan brasa lebih baik drop TA.. :(
smangat rey! ayoooo kelompok sidang kita harus tampil super oke 16 april nanti!
iyaaa semangat juga laraass!! gimana nih jadi pake baju nikicio gak kita?? ahahahaa
@ayu terimakasih ayuu :D semangat dengan mini TA dan kawat giginyaaa
Post a Comment